Bergas mencatat, total dampak kerusakan akibat karhutla mencakup 194 hektare lahan pertanian, 213 hektare area hutan, serta 2,17 hektare kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp23 miliar.
Adapun lima daerah dengan angka kejadian karhutla tertinggi di Jawa Tengah dipimpin oleh Kabupaten Klaten dengan 31 kejadian, disusul Sragen (30 kejadian), Sukoharjo (18 kejadian), Wonogiri (17 kejadian), dan Boyolali (16 kejadian).


















