Kisah Para Sukarelawan Indonesia yang Ditangkap dan Disiksa Pasukan Israel

Aktivis Palestina
Ronggo ikut dalam rombongan kapal pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang dicegat militer Israel pada 19 Mei 2026. Antara

Perlakuan kekerasan ini, katanya lagi, dialami hampir seluruh sukarelawan maupun aktivis Gaza Freedom Flotilla yang berasal dari berbagai negara. “Penyiksaan, kekerasan terus dilakukan oleh tentara Zionis. Hampir terhadap 400-an orang itu mendapatkan perlakuan yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu, jurnalis Republika sekaligus relawan Global Sumud Flotilla, Thoudy Badai mengaku bersyukur dapat kembali ke Indonesia dengan selamat bersama delapan WNI lainnya.

Dia mengatakan pengalaman yang dialami para relawan tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami warga Palestina, khususnya para tahanan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kasus Virus Hanta di Jateng Nihil, Dinkes: Tikus Tetap Jadi Ancaman

“Apa yang saya alami dan teman-teman alami, kekerasan dan kesedihan yang dilakukan Zionis Israel itu tidak sebanding dengan apa yang dialami ribuan tahanan Palestina, yang kebanyakan anak-anak, ibu-ibu, dan ibu hamil,” ungkapnya.

Thoudy juga mengajak agar masyarakat internasional untuk terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. “Saya harap semua masyarakat di dunia tetap dukung, tetap suarakan isu Palestina karena dengan begitu bisa mendorong Palestina untuk terus merdeka,” tutur dia dikutip Antara.

Sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu sore.

BACA JUGA  Jokowi Datangi Polresta Surakarta, Bawa Ijazah SD hingga S-1 UGM

Kepulangan sembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 itu sebelumnya menjalani perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan otoritas Israel.

Pos terkait