PDAM Semarang Tawarkan Lab Berstandar ISO untuk Pengujian Sanitasi RSUP dr. Kariadi

Tak sekadar bertukar layanan medis, RSUP dr. Kariadi menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan seluruh pasokan air bersih dan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dari PDAM Tirta Moedal ketimbang membeli produk dari produsen luar.

Komitmen ini ter terdorong dari tingginya kebutuhan air RSUP dr. Kariadi yang mencapai 36.000 meter kubik per bulan untuk melayani 1.221 tempat tidur, dan dipastikan melonjak seiring rencana penambahan 300 tempat tidur baru.

“Prinsip kami sederhana, sama-sama milik negara, ibarat kantong kiri dan kantong kanan. Kalau bisa membeli produk PDAM, kenapa harus beli punya orang asing? Uangnya kan keluar. Beli di PDAM uangnya tidak ke mana-mana, tapi jadi PAD yang ujung-ujungnya kembali ke masyarakat untuk pembangunan Kota Semarang,” tegas Agus.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Prioritaskan Perlindungan dan Pemulihan Korban Perundungan

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Ady Setiawan mengapresiasi keberpihakan RSUP dr. Kariadi tersebut dan siap memberikan jaminan kualitas serta kuantitas air ekstra prima karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa manusia.

Guna mendukung rencana pembangunan tiga gedung baru di RSUP dr. Kariadi, sinergi ini juga merambah ke ranah teknis ketenagakerjaan. 

“Kompleks rumah sakit yang berdiri di area bangunan peninggalan Belanda (heritage) memerlukan analisis dan pemetaan ulang (mapping) saluran pipa bawah tanah,” kata Wawan, sapaannya.

BACA JUGA  10 Lokasi Parkir di Sekitar Jalan Pemuda untuk Menyaksikan Karnaval Paskah Semarang 2025

Pihak rumah sakit secara khusus meminta bantuan ahli pendeteksi kebocoran (Non-Revenue Water) dari PDAM untuk merancang jaringan pipa gedung baru serta memasang meteran air terpisah di setiap unit gedung.

Pos terkait