“Skrining berlapis ini sengaja kami tempuh untuk memastikan alokasi anggaran tepat sasaran kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen proteksi agar tidak terjadi tumpang tindih atau penerima ganda dengan skema bantuan sosial (bansos) lainnya,” jelas Asep.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data final di lapangan, dari total sekitar 5.000 berkas usulan yang masuk ke meja panitia, tercatat ada 4.142 anak yang dinyatakan lolos kualifikasi dan layak mendapatkan intervensi bantuan.
“Setiap anak yang lolos verifikasi akan menerima dana santunan tunai sebesar Rp500 ribu,” tutup Asep Mulyana.


















