“Komitmen keberpihakan kepada mahasiswa kurang mampu ditunjukkan melalui peningkatan jumlah penerima KIP dan beasiswa lain. Tahun 2025, sebanyak 11.467 mahasiswa atau 32,74 persen menerima beasiswa dan keringanan UKT, melampaui ketentuan minimal 20 persen,” terang Prof. Akhmad Sodiq.
Penelitian dan Inovasi
Riset yang dilakukan para dosen Unsoed tidak hanya dilakukan di dalam negeri, melainkan juga merambah ke sejumlah negara lain, seperti Vietnam, Thailand, Taiwan, Hongkong dan sebagainya.
Jumlah penelitian di luar negeri pada tahun 2025 mencapai 16 judul dengan melibatkan 56 orang dosen.
Sejumlah dosen juga memperoleh pendanaan eksternal dari BOPTN, LPDP, hingga Dana Padanan Kedaireka.
Hasil riset terus diarahkan untuk hilirisasi. Sedikitnya 16 inovasi siap diadopsi masyarakat, mulai dari telur herbal tinggi vitamin D, padi protein tinggi, hingga mesin pengolah sampah plastik.
Beberapa inovasi bahkan telah dimanfaatkan industri dan pemerintah daerah, seperti Drone Sprayer karya FMIPA dan aplikasi Pelitades untuk tata kelola pertanahan desa.
Pengabdian dan Prestasi
Pengabdian masyarakat diwujudkan melalui program Smart Village dan KKN. Pada 2025, KKN Unsoed melibatkan 320 desa di Jawa Tengah serta internasional di Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Mahasiswa KKN Internasional, Raihan Maulana (FISIP), bahkan meraih penghargaan Insan Pengabdi Pendidikan dari Pemerintah Provinsi Narathiwat, Thailand.
Mahasiswa Unsoed juga terus menorehkan prestasi, dengan 67 capaian internasional dan 292 nasional sepanjang tahun ini.
Sementara itu, alumni Unsoed berkiprah strategis di berbagai bidang, termasuk di pemerintahan, akademisi, hingga dunia profesional.

















