Vintage Community: Generasi Muda Harus Kenal Benda Bersejarah

Pekalongan Vintage Community ambil bagian dalam Pekan Kreatif Nusantara (foto: Pemkot Pekalongan)
Pekalongan Vintage Community ambil bagian dalam Pekan Kreatif Nusantara (foto: Pemkot Pekalongan)

MATASEMARANG.COM – Pekalongan Vintage Community turut ambil bagian dalam Pekan Kreatif Nusantara 2026 yang digelar di GOR Jetayu, 18 hingga 21 Juni 2026.

Melalui koleksi barang antik dan bersejarah, komunitas ini berupaya mengenalkan warisan masa lalu kepada generasi muda.

Ketua komunitas Riyanto mengatakan keikutsertaan mereka bertujuan memberikan edukasi agar anak-anak muda mengenal benda lawas yang pernah digunakan masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Ditemukan Mayat di Jamban Umum, Posisi Kepala Terendam Air

“Kami ingin mengedukasi anak-anak muda agar tahu seperti apa setrika zaman dulu, prangko, mesin jahit, kamera analog, dan berbagai benda bersejarah lainnya. Kalau generasi tua bisa bernostalgia, generasi muda bisa belajar sejarah,” ujarnya, 18 Juni 2026.

Komunitas ini merupakan wadah kolaborasi berbagai komunitas, mulai dari literasi buku, otomotif klasik seperti Volkswagen (VW) dan Vespa, komunitas batu permata, hingga kolektor pusaka.

Koleksi yang dipamerkan bahkan ada yang berasal dari era 1800-an, seperti koin kuno, pusaka, lukisan, dan buku lawas.

BACA JUGA  Gaji Relawan SPPG Harus Dibayarkan Penuh Tanpa Potongan

Riyanto menambahkan, minat generasi muda terhadap barang vintage cukup tinggi.

Banyak pengunjung muda yang penasaran dan aktif bertanya mengenai fungsi serta sejarah koleksi.

“Anak-anak muda sangat tertarik. Mereka penasaran ketika melihat barang-barang lama yang belum pernah mereka temui. Dari situ muncul diskusi dan pembelajaran,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti Pekan Kreatif Nusantara terus digelar karena mampu menjadi ruang kreativitas sekaligus edukasi bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong generasi muda untuk lebih kreatif, terutama dalam memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai agar memiliki nilai ekonomi dan manfaat edukatif,” pungkasnya.

BACA JUGA  Gubernur Jateng Bentuk Satgas Tambang Gunung Slamet

Pos terkait