DPRD Kota Semarang Kawal Pembangunan Mal Pakuwon, Pastikan Tak Rugikan Masyarakat 

Ia mengatakan bahwa pihak Pakuwon telah melakukan sosialisasi sebelum adanya proses pematangan lahan kepada warga sekitar.

Pada kasus rumah warga yang mengalami retak, Rukiyanto mengatakan bahwa pihak Pakuwon sudah melakukan mitigasi dan bermusyawarah untuk melakukan perbaikan.

“Keluhan dari warga sudah dilakukan mitigasi dan rembug dengan warga. Ada 14 rumah yang akan dilakukan perbaikan tapi dilihat skala prioritasnya,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Reses di Karanganyar, Sumanto Dorong Anggota DPRD Kabupaten Ikut Bersinergi dalam Pembangunan

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto menambahkan dengan adanya investasi oleh pihak Pakuwon yang masuk ke Kota Semarang artinya membuka peluang positif bagi masyarakat Kota Semarang.

Pasalnya, dari kawasan terpadu Pakuwon ini nantinya akan bisa menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja.

“Investasi Pakuwon ini luar biasa bagi Semarang dan kami mendukung adanya investasi yang masuk, namun harus tetap mengikuti aturan yang berlaku di Kota Semarang,” kata Danur.

Danur berharap proses pematangan lahan yang saat ini sedang dilakukan tidak terburu-buru sehingga lahan yang digunakan dalam pembangunan nantinya juga tidak merugikan masyarakat. 

BACA JUGA  Ketua DPRD Jateng Dukung Penyuluhan Antikorupsi

“Kami minta dalam pembangunan terutama pematangan lahan ini tidak terburu-buru prosesnya apalagi di lokasi itu kan tanah gerak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Ferry Kuntoaji menambahkan saat ini ada dua proyek yang dilakukan di kawasan Gombel Lama yakni perbaikan jalan di Gombel Lama oleh BBPJN dan pematangan lahan untuk pembangunan kawasan terpadu Pakuwon.

“Kalau pembangunan jalan ini kan tiap tahun memang dilakukan, dan memang beberapa masyarakat juga merasa bangunan rumahnya ada yang retak. Adanya pembangunan di Pakuwon ini mereka dalam pematangan menggunakan teknologi soldier pile dan ini diharapkan menjadi solusi bagi tanah gerak yang ada di kawasan tersebut,” jelas Ferry.

Pos terkait