Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di 4,75 persen pada Rabu (20/5).
Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis pertumbuhan kredit, transaksi berjalan kuartal I-2026, serta M2 Money Supply selama pekan ini.
Sementara itu, FTSE Russell menyatakan telah meninjau perkembangan pasar modal Indonesia, namun masih menunda pemeringkatan ulang indeks secara penuh, kenaikan free float dan penambahan saham baru (IPO) hingga review September 2026.
Pada perdagangan Jumat (15/05) pekan kemarin, bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,81 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,71 persen, indeks DAX Jerman melemah 2,07 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 1,60 persen.
Bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Jumat (15/05), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,07 persen ke 49.526,17, indeks S&P 500 melemah 1,24 persen ke 7.408,50, dan indeks Nasdaq Composite melemah 1,54 persen ke 29.125,20.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 591,79 poin atau 0,96 persen ke 60.817,50, indeks Shanghai melemah 8,13 poin atau 0,21 persen ke 4.126,51, indeks Hang Seng melemah 375,23 poin atau 1,45 persen ke 25.587,50, dan indeks Strait Times melemah 16,56 poin atau 0,33 persen ke 4.972,5. [Ant]

















