MATASEMARANG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Halaman Kantor BPS Jepara, Senin 15 Juni 2026.
Sensus ini merupakan sensus ekonomi kelima di Indonesia setelah tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016.
Acara pencanangan dihadiri Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta petugas SE2026.
Dalam sambutannya, Gus Hajar menegaskan pentingnya SE2026 sebagai ikhtiar negara untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat terekam dengan baik.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memastikan denyut ekonomi masyarakat Jepara terekam dengan baik. Ekspor mebel Jepara mampu menembus 100 negara lebih setiap tahunnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jepara pada 2025 mencapai 5,41 persen, namun pertumbuhan saja tidak cukup.
Data sensus diperlukan untuk mengetahui sektor yang berkembang, tantangan pelaku usaha, dan peluang yang harus didorong.
“Pagi ini kita tidak hanya mencanangkan kegiatan statistik, tetapi fondasi pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Gus Hajar mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam SE2026. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi memerlukan kolaborasi semua pihak dengan data akurat sebagai dasar kebijakan.
“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 agar Jepara semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ungkapnya.
Kepala BPS Jepara Isnaini menjelaskan SE2026 berlangsung 15 Juni–31 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.214 petugas.
Pendataan mencakup usaha mikro, UMKM, hingga sektor ekonomi digital. Ia menegaskan kerahasiaan data masyarakat dijamin BPS dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).


















