Ia kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024.
Visi Besar
Dalam beberapa sambutannya ketika datang mengunjungi masyarakat, Sudaryono seringkali menekankan pentingnya membangun pertanian Indonesia yang mandiri dan mewujudkan swasembada pangan, yang sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.
Pengalamannya berkuliah di Jepang dan melihat bagaimana sistem pertanian yang memanfaatkan teknologi mampu mengubah hidup banyak orang menjadi bekal baginya untuk merumuskan berbagai kebijakan yang berdampak luas terhadap seluruh petani di Indonesia.
Dalam salah satu kesempatan, ia menyatakan sebelum Presiden Prabowo dilantik, pupuk diampu oleh begitu banyak kementerian dan harus melibatkan ratusan bupati dan gubernur, dengan 145 aturan yang ada. Peraturan tersebut kemudian dipersingkat dan disimplifikasi oleh Presiden menjadi satu aturan.
“Bagaimana pupuk daftarnya oleh Kementerian Pertanian, daftar diberikan ke Pupuk Indonesia, dan Pupuk Indonesia mendistribusikan langsung kepada petani, tidak menambah anggaran, tidak membebani APBN, tidak membebani siapapun dan berdampak kepada 115 juta petani di Indonesia. Secarik kertas bisa memberikan harga pupuk lebih murah 20 persen,” kata Sudaryono. [Ant]


















