Di samping kekayaan hayati, Gunung Ungaran bertindak sebagai hulu hidrologi yang menyuplai pasokan air bersih bagi kawasan Kedungsepur, mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.
Rekomendasi Kajian Mutlak Sebelum Pengeboran
Mengingat sensitivitas kawasan yang sangat tinggi, Prof. Margareta mendesak pemerintah dan pengembang proyek untuk menyusun studi komprehensif serta mengedepankan transparansi informasi.
Pemerintah diimbau tidak hanya mengejar target pasokan listrik dengan mengabaikan hak masyarakat lokal.
Guna mencegah kerusakan ekosistem dan potensi gejolak sosial, akademisi Unnes merumuskan beberapa rekomendasi dokumen dan analisis data mendasar yang wajib dipenuhi pengembang:
- Kajian Lingkungan: Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang independen, objektif, dan mendalam.
- Studi Ekologi: Pemetaan data dasar (baseline data) keanekaragaman hayati, khususnya spesies langka dan ekosistem rawan.
- Studi Hidrologi: Evaluasi dampak terhadap debit dan kualitas jaringan mata air kawasan hulu.
- Kajian Sosial-Ekonomi: Pemetaan potensi risiko konflik sosial serta dampaknya terhadap mata pencaharian warga sekitar.
- Keterbukaan Publik: Penyediaan ruang dialog interaktif serta pelibatan warga lokal dalam pengambilan keputusan sejak tahap perencanaan awal.
“Ingat, Ungaran adalah hulunya kota dan kabupaten di sekitarnya. Ini adalah kawasan hutan tersisa di Jawa Tengah yang menjadi sumber air dan penghidupan masyarakat. Dampak buruk pasti terjadi apabila daya dukung lingkungannya dilampaui,” pungkasnya.


















