Pengelolaan populasi hewan terlantar secara teratur dinilai mampu membantu menciptakan lingkungan kawasan wisata yang lebih tertata, higienis, dan ramah bagi para wisatawan.
Upaya ini sekaligus memperkuat citra Karimunjawa sebagai destinasi bahari unggulan yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian ekosistem.
Camat Karimunjawa Nuril Abdillah menyatakan bahwa pengembangan daya tarik pariwisata daerah wajib diimbangi dengan kepedulian terhadap seluruh aspek daya dukung lingkungan sekitar.
“Kami ingin Karimunjawa tidak hanya dikenal karena keindahan pantai dan alam bawah lautnya, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang bersih, sehat, nyaman, dan peduli terhadap kesejahteraan hewan,” ujar Nuril Abdillah.
Ia berharap skema medis ini menjadi titik balik pengelolaan lingkungan pulau kecil yang berwawasan keanekaragaman hayati.
“Melalui program TNR ini, kami berharap pengendalian populasi kucing dapat dilakukan secara humanis serta memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pengembangan pariwisata Karimunjawa,” ungkap Nuril menambahkan.
Sebagai informasi, kegiatan sosial di kawasan terluar Jepara ini mendapatkan dukungan pendanaan sterilisasi penuh dari Fondation Brigitte Bardot, sebuah yayasan perlindungan hewan ternama asal Perancis.
Dukungan operasional di lokasi acara juga didukung oleh Amandalay Hotel & Villas serta Ayu Hotel Karimunjawa yang menyediakan fasilitas akomodasi tim medis.
Selain itu, komunitas Pet Ministry Semarang turut menyumbangkan lima sak makanan kering (dry food) serta pasokan obat-obatan pendukung bagi pemulihan kesehatan kucing.

















