Sinyal Itu Sudah Ada, Benarkah Perang Iran-Israel Segera Berakhir?

Arsip-Serangan Angkatan Udara Israel terhadap Ibu Kota Iran, Teheran, pada 23 Juni 2025. Mohammadjavad Alikhani via Wikimedia Commons

Oleh karena itu, gagasan pergantian rezim dan serangan terhadap Iran sudah bukan cuma urusan hidup mati bagi Iran. Ini sudah menjadi ancaman terhadap negara-negara yang berkawan dengan Iran, termasuk Pakistan.

Meskipun bersekutu dengan AS, Pakistan merasa akan menjadi sasaran berikutnya Israel. Jika Israel berhasil melucuti Iran, maka rezim haus perang seperti Netanyahu akan mengalihkan perhatian ke Pakistan yang menguasai senjata nuklir.

Israel tampaknya tak akan berhenti memburu rezim-rezim nuklir di sekitar mereka, agar dominasi nuklir mereka di kawasan tak terganggu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Polsek Semarang Selatan Amankan Anak Telantar, Akhirnya Dijemput Orang Tua

Di sisi lain, deterensi nuklir tak hanya membuat Israel kebal dari serangan tetangga-tetangganya, tapi juga membuat mereka mendapatkan kemewahan untuk menyerang tetangga-tetangganya tanpa dikoreksi oleh komunitas internasional karena AS siap membentengi mereka dari sanksi dan tekanan internasional.

Dalam logika-logika semacam ini, sulit bagi para pemimpin Iran untuk tidak membalas aksi AS, walau hanya demi memberi pesan bahwa mereka tidak lemah.

Iran juga mungkin merasa tengah merepresentasikan aspirasi global mengenai perlunya mengoreksi standar ganda AS dan laku pongah Israel di Timur Tengah.

BACA JUGA  Sindikat Perdagangan Orang Modus Bekerja ke Eropa Dibongkar

Tapi jika balasan Iran itu mengundang serangan lanjutan dari AS yang lebih dahsyat dari pada serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran, maka akan sulit mengabaikan skenario perang yang lebih luas dari sekadar perang antara Iran dan Israel.

Dalam skenario ini, dunia dapat terjerumus ke dalam perang global baru seperti terjadi di masa silam.

Pos terkait