Jika komputer tidak digunakan atau tidak ada aktivitas selama 30 detik, sistem akan otomatis melakukan log out. Hal ini berbeda dengan komputer pelayanan kependudukan lainnya yang memiliki waktu time out sekitar 60 detik atau bahkan berjalan non-stop tanpa pernah keluar dari aplikasi karena terus-menerus digunakan.
Kemudian, Yudi menjelaskan untuk menghindari keharusan melakukan login berulang kali setiap kali ada pemohon baru yang datang setelah jeda lebih dari 30 detik, anak magang tersebut berinisiatif membuka halaman game.
Halaman game tersebut dibuka dan diklik secara berkala hanya sebagai alat bantu agar sistem mendeteksi adanya aktivitas sehingga komputer tidak mengalami time out atau lock out otomatis.
Pihaknya menegaskan bahwa game tersebut sama sekali tidak dimainkan untuk bersenang-senang, melainkan murni untuk mengakali sistem keamanan agar tetap aktif. Hal ini juga terlihat dari tidak adanya gerakan tangan aktif layaknya orang yang sedang bermain game.
“Jadi biar tidak otomatis lock out maka dibuka halaman lain, dan kebetulan membuka halaman game, tapi sama sekali tidak dimainkan, kan tangan anak magang itu juga tidak terlihat aktif bergerak memainkan game, itu Cuma buat mengakali saja,” terangnya.
Guna menghindari kesalahpahaman dan pandangan negatif dari masyarakat yang tidak mengetahui sistem teknis tersebut, pihak Dispendukcapil langsung melakukan evaluasi dan mencari solusi alternatif.
Ke depannya, lanjut Yudi, metode menjaga agar komputer tidak lock out akan diubah. Petugas akan membuatkan sistem di mana komputer menampilkan dokumen yang bergerak terus-menerus.


















