Kepada petugas yang berjaga, Agustina berharap untuk lebih sabar dan tetap istirahat dengan cukup.
“Kalau pas lagi tidak piket bisalah tengok keluarga karena mereka juga butuh perhatian,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Seksi dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Semarang Muhammad Ali Mursyidi, menjelaskan untuk penanganan lalu lintas, Dishub fokus pada kepadatan ditengah kota, exit tol dan titik keramaian lainnya.
Ali mengatakan, sudah ada sistem ATCS di 52 persimpangan jalan untuk mengintervensi ketika terjadi kepadatan lalu lintas, dengan operator yang bekerja selama 24 jam.
“Kita bisa intervensi dengan membuat lampu hijaunya lebih lama di titik kemacetan sabar langkah penarikan, tujuannya agar tidak stuck atau mengunci,” jelas Ali.
Selain itu, jika dilakukan satu arah di jalan tol, dipastikan akan ada kendaraan yang keluar dan mencari jalan alternatif. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polrestabes untuk mengatur jalur alternatif.
“Fasilitas berupa rambu, di jalur-jalur alternatif sudah kita pasang, misalnya di perbatasan dengan Kabupaten Semarang, Kendal misalnya di Cangkiran dan lainnya,” pungkasnya. ***

















