“Kalau sebelumnya hub Jawa Tengah identik dengan padat karya, sekarang padat modal juga mulai masuk. Industri energi terbarukan dan manufaktur berbasis teknologi hijau sudah mulai berkembang,” ujarnya.
Pemprov Jateng terus memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur logistik kepada pemerintah pusat.
Revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port dinilai mendesak karena distribusi kontainer masih bergantung pada Jakarta dan Surabaya.
Luthfi menegaskan, masuknya investasi bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan warga, peluang usaha UMKM, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

















