Polisi Bongkar Makam Sutrimo

Ia menegaskan keluarga telah memberikan izin dan restu secara resmi untuk pelaksanaan ekshumasi guna mengetahui riwayat medis serta temuan yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

“Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat sekalian memberikan ruang, ruang empati kepada keluarga almarhum,” kata Budi.

Sementara itu, Ketua PDFMI Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti mengatakan pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah ahli, termasuk dari Laboratorium Forensik, Laboratorium Psikologi UI dan Unair, ahli DNA, serta ahli histopatologi anatomi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tiga Jaksa Disebut Peras Camat, Kejati dan DPR RI Angkat Bicara

Menurut dia, seluruh hasil pemeriksaan dan laboratorium akan digunakan untuk menentukan cara dan sebab kematian Sutrimo, termasuk memastikan apakah kematian tersebut natural atau tidak natural.

Dia mengatakan kondisi tanah di sekitar makam yang relatif kering dan baik diperkirakan dapat meminimalkan kesulitan dalam proses ekshumasi.

“Prosesnya kan kita pengambilan sampel, kita tidak langsung menyatakan apa bagaimana, nanti mungkin menunggu hasilnya,” katanya.

Dia mengatakan hasil pemeriksaan awal kemungkinan dapat diketahui pada Rabu (12/8) sore, sedangkan hasil laboratorium secara keseluruhan membutuhkan waktu lebih lama.

BACA JUGA  Merasa Tak Diberi Jalan saat Menyalip, Pria Bergas Pukul Pengendara Motor

Terkait kondisi jenazah yang telah dimakamkan lebih dari 10 hari sejak meninggal pada 23 Juli 2026, dia mengatakan proses pembusukan dipastikan telah terjadi.

Akan tetapi, kata dia, kondisi lingkungan makam yang kering diharapkan membantu tim memperoleh temuan yang diperlukan.

“Kita berharap kita mendapatkan karena keadaan lingkungannya yang kering dan bagus. Tapi apakah itu masih bisa dijamin, masih bisa terdeteksi seandainya Sutrimo itu meninggal tidak wajar, makanya kita tunggu nanti hasilnya,” katanya.

Pos terkait