Pendekatan ini membantu lansia mengenali, menerima, dan mengelola kondisi emosional mereka sehingga tercipta suasana batin yang lebih tenang dan sejahtera.
Inovasi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong keberhasilan tim dalam meraih medali perak pada dua kategori sekaligus.
Keberhasilan Unnes di PIMNAS 38 tidak terlepas dari dukungan ekosistem pembinaan karya ilmiah kampus. Pembinaan melibatkan Kepala Seksi Pengembangan Kemahasiswaan Yozi Aulia Rahman, S.E., M.Sc, Ketua Pembina Karya Ilmiah Unnes Prof. Dr. Wara Dyah Pita Rengga, S.T., M.T., Wakil Ketua Dr. Andi Irwan Benardi, M.Pd, serta seluruh tim Pembina Karya Ilmiah Unnes yang mendampingi mahasiswa sejak persiapan proposal hingga presentasi final di tingkat nasional.
Dengan pencapaian tersebut, Unnes berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa.
Rektor Unnes Prof Dr. S Martono mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut sebagai buah pembinaan dan ketekutan.
“Pimnas adalah program yang bergengsi, berjenjang, dan membutuhkan ketekutan. Keberhasilan mahasiswa adalah bukti pembinaan dari dosen-dosen Pembina dan penamding sekaligus bukti ketekunan mahasiswa,” ujarnya.
Keikutsertaan Unnes dalam 10 besar Pimnas 38 juga menjadi bukti konsistensi kampus dalam mendorong karya ilmiah yang berdampak dan relevan bagi masyarakat.


















