Progres Sensus Ekonomi 2026 Pelaku Usaha Jateng Tembus 81 Persen

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harmadi pada Rakorda Sensus Ekonomi 2026 di Semarang (foto: Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harmadi pada Rakorda Sensus Ekonomi 2026 di Semarang (foto: Pemprov Jateng)
  • Progres Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah sudah mencapai 81 persen dari target 4,5 juta pelaku usaha
  • Pemprov Jateng fokus mempercepat pendataan perusahaan besar dan penghuni apartemen dalam sisa waktu tiga pekan

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Meskipun capaian akumulatif wilayah ini telah menembus angka 81 persen, pemetaan terhadap sektor-sektor yang belum terdata masih harus digenjot dalam sisa waktu tiga minggu.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya dalam membuka akses pendataan bagi kawasan industri, perusahaan besar, hingga penghuni hunian vertikal.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Nilai Tukar Petani Melesat Jadi 125,35

“Kita kolaborasikan lagi, kita pahamkan kepada para pengusaha, masyarakat, termasuk penghuni apartemen. Perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai kita petakan kembali agar dalam sisa waktu tiga minggu ini benar-benar tuntas,” kata Taj Yasin di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Taj Yasin mengapresiasi Kawasan Industri Kendal dan Batang yang telah sukses meraih kelengkapan data hingga 100 persen, serta berharap pola koordinasi tersebut dapat dicontoh daerah lain.

Fokus pada 4,5 Juta Pelaku Usaha dan Tantangan Usaha Besar

Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengapresiasi dukungan penuh jajaran Pemprov Jateng atas capaian 81 persen dari total target lebih dari 4,5 juta pelaku usaha.

BACA JUGA  BPS: Garis Kemiskinan Maret 2025 Rp609.160/Bulan

Data BPS mencatat Kabupaten Banjarnegara menempati posisi capaian tertinggi di Jateng dengan angka 92 persen. Sebaliknya, Kota Semarang masih memerlukan penanganan khusus dan percepatan karena baru mencapai 71 persen akibat besarnya konsentrasi pelaku usaha.

Selain itu, BPS mencatat pendataan pada segmen perusahaan skala besar secara umum baru menyentuh angka 40 persen.

Pos terkait