Rawan Kecelakaan, Komisi D Dorong Penambahan APJ dan PJU di Jalur Wonogiri–Ponorogo

Komisi D DPRD Jateng meninjau ruas Jalan Diponegoro Wonogiri yang rawan kecelakaan, 25 Mei 2026 (foto: DPRD Jateng)
Komisi D DPRD Jateng meninjau ruas Jalan Diponegoro Wonogiri yang rawan kecelakaan, 25 Mei 2026 (foto: DPRD Jateng)

MATASEMARANG.COM – Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah menyoroti tingginya angka kecelakaan di ruas Jalan Diponegoro, khususnya kawasan Jembatan Pokoh yang berada di atas Sungai Bengawan Solo.

Dewan meminta pemerintah segera menambah Alat Penunjuk Jalan (APJ), Penerangan Jalan Umum (PJU), serta pengaman jembatan untuk menekan risiko kecelakaan di jalur penghubung Wonogiri–Ponorogo.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Joko Purnomo menegaskan pentingnya APJ dan PJU untuk memberikan informasi kepada pengendara mengenai kondisi tikungan, arus lalu lintas, maupun titik rawan kecelakaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rem Blong, Truk Trailer Tabrak Mobil hingga Terbalik

“Belum lama ini ada kecelakaan pengendara sepeda motor. Saya minta ada pengaman di Jembatan Pokoh,” ujarnya.

Ketua Komisi D Nur Saadah menambahkan rehabilitasi jalan tidak hanya soal perbaikan permukaan, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan keselamatan.

“Dengan memperbaiki masalah ini, kita dapat menciptakan kondisi berkendara yang lebih aman,” katanya.

Kabid Pelaksana Jalan Wilayah Timur Dinas PUPR Jateng, Agus Apriyanto, menjelaskan ruas Jalan Diponegoro memiliki panjang rata-rata 3,75 km dengan SK 2,18 km.

BACA JUGA  Komisi E DPRD Jateng Susun Raperda Perlindungan Pekerja Informal

Jalan arteri tipe 4/2 UD ini menjadi akses vital Wonogiri–Ponorogo, namun juga dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.

Data menunjukkan, periode 2017–2021 terjadi 15 kecelakaan dengan empat korban meninggal dan 14 luka ringan.

Tren meningkat pada 2024 dengan 10 kasus, lalu naik menjadi 15 kasus pada 2025.

Pos terkait