- Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati ditunjuk Bank Dunia sebagai Ketua Independen IDA ke-22 untuk memimpin proses pengisian kembali dana lembaga tersebut.
- Sri Mulyani akan menggalang dukungan kebijakan dan komitmen pendanaan dari negara donor maupun peminjam.
- IDA22 akan menentukan pembiayaan konsesional bagi 78 negara hingga 2031, dengan peluncuran resmi pada Desember 2026 dan komitmen pendanaan final pada Desember 2027.
MATASEMARANG.COM – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pembangunan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22.
Dalam jabatannya itu, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam.
Sebelumnya, Sri Mulyani bergabung dengan Bank Dunia (World Bank) sebagai Direktur Pelaksana (Managing Director) pada 1 Juni 2010 dan mengakhiri masa jabatannya pada 27 Juli 2016 ketika ia kembali ke Indonesia untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan RI hingga tahun 2025.
Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia, yang dikutip di Jakarta, Kamis, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA bersama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe.
“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” sebut0 Bank Dunia.
Pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.
Pertemuan itu bertujuan menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yakni lembaga pendanaan Grup Bank Dunia untuk negara-negara termiskin, serta memberikan kesempatan kepada para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.
IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah di seluruh dunia.
IDA memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah kepada negara-negara untuk membiayai proyek dan program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin di berbagai belahan dunia.

















