Dampak buruk paparan asap kebakaran TPA dirasakan langsung oleh Fitri, seorang ibu rumah tangga warga Mojosongo.
Ia membeberkan bahwa kondisi kesehatan keluarganya, termasuk sang anak yang masih balita, terus memburuk sejak hari kedua kebakaran terjadi.
Asap tebal kerap merembes masuk ke dalam rumah dan kamar tidur sehingga memicu infeksi pernapasan.
“Saya mulai tidak enak badan, mulai batuk dan pilek mulai kemarin karena terpapar asap. Anak juga batuk pilek juga, meskipun di kamar asap juga masuk. Speling ini sangat membantu banget karena banyak yang mulai batuk-pilek,” ujar Fitri saat mendampingi balitanya menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, harapan akan penuntasan masalah lingkungan dilontarkan oleh Sunarni, warga terdampak lainnya. Ia meminta pemerintah memperbaiki tata kelola sampah agar musibah kebakaran tidak berulang di masa mendatang.
“Harapannya mudah-mudahan tahun depan tidak begini lagi, pengelolaan sampah juga lebih baik,” kata Sunarni di sela-sela pengobatan.


















