Keramahan Muslim Indonesia di Masjid New York

Uang pembelian itu didapatkan dari penggalangan dana oleh IMCI. Para pemberi sebagian besarnya adalah pengusaha di Indonesia.

IMCI, saat itu dipimpin Prang Sakirman, mulanya merupakan organisasi yang dibentuk oleh kelompok pengajian umat Muslim asal Indonesia di New York City dengan tugas mencari dan mengakuisisi bangunan untuk mendirikan sebuah masjid.

Diaspora Musim Indonesia di sana merasa perlu memiliki tempat permanen dan luas untuk melaksanakan shalat, pengajian dan kegiatan-kegiatan Islami lainnya. Sebelum ada masjid tersebut, aktivitas pengajian mereka dilaksanakan dari rumah ke rumah dan sempat pula harus meminjam gedung KJRI New York karena jumlah anggotanya semakin ramai.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Relasi Hangat dan Stabil Jadi Kunci Kebahagiaan

Setelah mendapatkan lokasi dan tempat yang cocok untuk masjid, renovasi besar-besaran dilakukan. Pada 17 Agustus 1995, tepat 50 tahun Kemerdekaan Indonesia, Masjid Al-Hikmah yang berarti Masjid Kebijaksanaan berdiri.

Dua bulan berikutnya, Oktober 1995, IMCI mendapatkan suntikan dana sekitar 150 ribu dolar AS dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yang diketuai Presiden kedua Indonesia, Soeharto, untuk mengembangkan masjid tersebut. Masjid Al-Hikmah yang megah pun kokoh sampai kini.


Interfaith

Keberadaan Masjid Al-Hikmah di New York dianggap sebagai oase, tidak hanya bagi umat muslim Indonesia di sana, tetapi juga pemeluk agama Islam dari negara lain.

BACA JUGA  Untuk Apa Banggakan Nasab? Sebuah Otokritik

“Rasanya semua komunitas (yang ada di sekitar Masjid Al-Hikmah, red) berkumpul di sini, bukan hanya dari Indonesia. Banyak sekali hal baik dari masjid ini,” ujar Sami Zaman, warga New York yang menjadi bagian dari jamaah Al-Hikmah dan tinggal tidak jauh dari masjid itu.

Pos terkait