Sami Zaman menyebut, masyarakat Muslim di sekitar selalu memandang positif Masjid Al-Hikmah karena kontribusi mereka. Yang berkesan baginya justru hal-hal paling sederhana seperti mengajarkan Al Quran kepada anak-anak dan juga orang dewasa.
Bagi masyarakat selingkung Masjid Al-Hikmah, perhatian “kecil” itu sangat berharga. Mereka merasa diperhatikan dan diayomi sebagai sebuah keluarga besar.
Menurut Rasul Amin, Masjid Al-Hikmah memang memiliki banyak kegiatan untuk mempererat tali silaturahmi umat, termasuk para diaspora Indonesia.
Setiap Rabu, contohnya, ada kegiatan Rabu Halaqah. Sabtu, ada youth programme untuk anak-anak muda. Hari Minggu, giliran pengajian untuk laki-laki.
Per bulannya, Masjid Al-Hikmah mengadakan pula pengajian besar gabungan dan bazar yang menampilkan makanan Indonesia. Pada momen bazar itu, bukan cuma penganut Islam yang berpartisipasi.
“WNI yang baru pulang dari gereja biasanya juga ikut datang, lalu makan di sini. Jadi, kalau yang tinggal atau sedang di New York rindu masakan Indonesia, silakan datang,” kata Rasul.
Dari sekian banyak aktivitas itu, yang paling menarik adalah program interfaith atau dialog lintas agama. Masjid Al-Hikmah sudah menggulirkan agenda itu selama bertahun-tahun.
Rasul menyebut, dialog lintas agama Masjid Al-Hikmah diasuh langsung oleh cendekiawan Muslim ternama, Imam Shamsi Ali.
Dalam program itu, Masjid Al-Hikmah menerima kunjungan dari agama atau kepercayaan lain untuk belajar tentang Islam. Atau, pihak dari Masjid Al-Hikmah yang ke rumah ibadah lain dan berbagi ilmu di sana.


















