Bagi pengurus Masjid Al-Hikmah, keterbukaan menjadi sarana terbaik untuk mewartakan keramahan Islam sekaligus kehangatan masyarakat Indonesia.
Islam, Rasul melanjutkan, idealnya dipandang sebagai agama yang memberikan ketenteraman, apalagi di tengah kompleksitas hubungan antarmanusia di Amerika Serikat yang beragam.
Di Masjid Al-Hikmah, dialog antaragama itu berlangsung cukup sering, bisa sampai tiga kali sebulan.
Semangat untuk membangun jembatan di tengah perbedaan itu semakin mengukuhkan posisi Masjid Al-Hikmah dan Komunitas Muslim Indonesia di Amerika Serikat.
Kesejukan Islam dan kesantunan Indonesia yang selalu ditonjolkan terasa semakin bermakna lantaran negara seperti Amerika Serikat kerap dilanda islamofobia.
Dewan Hubungan Amerika-Islam atau Council on American-Islamic Relations (CAIR) pada Maret 2026 menyatakan, islamofobia dan permusuhan yang menargetkan komunitas muslim di Amerika terus meningkat di seluruh negeri.
CAIR mencatat, pada 2025, mereka menerima 8.683 pengaduan terkait permasalahan tersebut dari seluruh negara bagian AS.
“Itu menjadi yang tertinggi sejak tahun 1996,” tulis mereka.
Kondisi di AS tersebut bukannya tidak disadari oleh pihak Masjid Al-Hikmah dan Komunitas Muslim Indonesia.
Akan tetapi, mereka yakin, dengan konsisten memamerkan kehangatan, persahabatan dan keterbukaan, Islam mendapatkan tempat di tengah kemajemukan AS.
“Itulah kenapa dalam program interfaith, fokus kami adalah diskusi, berbagi pengetahuan dan saling mendengar, bukan berdebat dan menyerang satu sama lain,” ujar Rasul Amin. [Michael Siahaan/Antara]


















