Apresiasi tinggi juga datang dari Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, saat menutup acara secara resmi. Ia memuji komitmen berkelanjutan PWI Jateng dan PT Semen Gresik yang tak pernah lelah mendorong peningkatan mutu serta keterampilan pewarta di lapangan.
Uji kompetensi ini meninggalkan kesan mendalam dan membawa angin segar bagi para peserta di semua tingkatan. Kepala Biro Kota Suara Merdeka, Rony Yuwono, yang mengikuti jenjang Utama mengaku mendapatkan pencerahan berharga selama ujian.
“Kesadaran berjurnalistik, pemahaman kode etik, dan hukum pers saya jadi jauh lebih segar. Berhadapan dengan penguji seperti Pak Sasongko sangat membuka wawasan, terutama dalam merumuskan tajuk rencana—hal yang belum pernah saya buat sebelumnya—serta menganalisis kebijakan redaksi dan merancang kanal berita. Ini jadi bekal krusial bagi saya di level utama keredaksian,” ungkap Rony. Ia juga menambahkan bahwa materi penyusunan liputan investigasi memberikan tantangan baru yang sangat berkesan.
M. Tohri (Kabar24.com) dari jenjang Madya menyuarakan kepuasannya terhadap dinamika ujian yang adaptif terhadap era digital.
“Materi UKW ini sangat menantang karena banyak berfokus pada media siber. Saya mendapat banyak sekali bekal pembelajaran dari sini dan berharap rekan-rekan wartawan di Kebumen kelak bisa mendapatkan kesempatan berharga yang sama,” tutur Tohri.
Mewakili kelompok wartawan muda, Sudarno (Pikiran Rakyat Jateng) mengaku beruntung bisa mencicipi atmosfer UKW yang seru sekaligus menguji mental. Ia optimistis pengalaman ini dapat mendongkrak standar dan etika kerjanya di dunia jurnalistik ke tingkat yang lebih tinggi.


















