Sebagai solusi konkret, Dini menawarkan model pengelolaan sampah organik menggunakan budidaya Maggot (Black Soldier Fly/BSF). Metode ini dinilai paling efektif, murah, dan memiliki nilai ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
“Maggot itu sangat cepat mengurai sampah organik. Tidak perlu alat yang mahal, cukup dengan wadah sederhana, proses penguraian sudah bisa berjalan tanpa menimbulkan bau menyengat. Selain lingkungan jadi bersih, hasil panen maggotnya bisa dijual untuk pakan ikan atau unggas,” ungkapnya.
Dini kemudian berkomitmen untuk memfasilitasi kelompok masyarakat yang serius ingin mendalami teknik budidaya maggot. Ia siap menjembatani warga untuk mendapatkan pelatihan teknis maupun studi banding.
“Saya siap memfasilitasi warga yang ingin belajar. Sebelumnya, saya sudah mendampingi satu RW belajar langsung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan studi banding ke wilayah percontohan. Harapannya, ilmu tersebut bisa diduplikasi di Kecamatan Candisari,” tandasnya.


















