“Kalau proses pada tahap pra-konstruksi dengan melibatkan masyarakat tersebut tidak dilakukan, nanti jadi repot. Perlu melibatkan para pihak (masyarakat) agar mereka benar-benar paham rencana kegiatan geothermal beserta seluruh dampak yang ditimbulkannya,” pungkas Prof. Sriyana.
Guna menghalau kebuntuan dan potensi konflik sosial di kemudian hari, pelibatan aktif warga dalam setiap forum dialog dianggap mutlak.
Melalui pemenuhan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang transparan dan komunikasi dua arah, pemerintah diharapkan dapat mengambil kebijakan presisi yang menyeimbangkan antara kebutuhan kedaulatan energi dan kelestarian ekosistem warga kawasan Gunung Ungaran serta Telomoyo.


















