Hindari Krisis Fiskal, Pemkot Semarang Rasionalisasi Anggaran hingga Rp300 Miliar

Guna memulihkan ketahanan fiskal daerah, Pemkot Semarang terus melakukan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan. 

Namun, diakuinya ada beberapa jenis penerimaan seperti pajak hotel, restoran, dan BPHTB sangat bergantung pada dinamika pasar serta tingkat transaksi masyarakat.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Semarang saat ini menggenjot integrasi dan digitalisasi sistem perpajakan serta retribusi daerah yang ditargetkan selesai pada triwulan IV tahun ini.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Tanggung Biaya Pengobatan Korban Tragedi Pemalang

“Upaya digitalisasi sedang kami lakukan, termasuk integrasi antara pajak dan retribusi. Kami masifkan pada tahun 2026 sehingga peningkatan pendapatan daerah diharapkan dapat dirasakan secara optimal pada tahun 2027,” tandasnya. [AZM]

Pos terkait