“Yang tidak kita inginkan adalah masih ada anak usia SD tetapi tidak mendaftar sekolah. Kalau ternyata memang jumlah calon muridnya memang berkurang karena faktor demografi, itu tentu menjadi realitas yang harus kita hadapi,” ujarnya.
Selain itu, Anang menilai perpindahan pusat pertumbuhan penduduk juga memengaruhi distribusi peserta didik. Ia mencontohkan kawasan Tembalang dan Candisari yang mengalami peningkatan jumlah penduduk, sementara wilayah lain mulai berkurang.
Ke depan, kawasan seperti Gunungpati dan Mijen diperkirakan akan mengalami pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi.
“Pergerakan penduduk ini masih wajar. Karena itu, kebijakan pendidikan juga harus mengikuti dinamika persebaran penduduk agar layanan pendidikan tetap efektif dan merata,” pungkasnya.


















